Pengadilan Agama Manado pada hari Kamis, 4 Juli 2019 melaksanakan sosialisasi Perma No. 7 Tahun 2016 tentang Penegakan Disiplin Kerja Pada MA dan Peradilan di bawahnya, Perma No. 8 Tahun 2016 tentang Pengawasan dan pembinaan atasan langsung di MA dan peradilan dibawahnya, Perma No. 9 Tahun 2016 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan/wistleblowing sistem di lingkungan MA dan peradilan dibawahnya kepada para hakim, pejabat fungsional dan struktural serta seluruh staf Pengadilan Agama Manado.

Sosisalisasi tersebut dilaksanakan atas perintah Ketua Pengadilan Agama Manado kepada para Hakim yang mengkuti kegiatan Rapat Koordinasi (rakor) Hakim Pengawas Bidang dan Penguatan Sistem Pengawasan Aparatur Pengadilan seluruh Pengadilan se-wilayah Sulawesi Utara di Manado. Adapun hakim yang mengikuti kegiatan rakor yang dilaksanakan sejak tanggal 27 sampai 29 Juni 2019, adalah Drs. Rahmat, M.H, Drs. Burhanudin Mokodompit dan Masyrifat Abasi, S.Ag.

Dalam penyampaian sosialisasi tersebut, Drs. Rahmat, M.H dan Masyrifah Abasi menyampaikan kembali pentingnya Pengawasan dan Pembinaan oleh pimpinan secara berjenjang guna mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas atau pelanggaran perilaku hakim, memastikan tidak ada lagi hakim dan aparatur melakukan perbuatan yang merendahkan wibawa, kehormatan dan martabat Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya.

Para narasumber juga mengingatkan kembali kepada Hakim dan Pegawai untuk melaksanakan aturan yang terdapat dalam PERMA 7,8 dan 9 tahun 2016 tersebut. Keluarnya ketiga PERMA berkaitan dengan kejadian-kejadian yang mencoreng nama baik institusi Mahkamah Agung. Adapun Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7 Tahun 2016 berisi tentang Penegakan Disiplin Kerja Hakim Pada Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di Bawahnya, sedangkan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pengawasan dan Pembinaan Atasan Langsung di Lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di Bawahnya dan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 9 Tahun 2016 berisi tentang Pedoman Penanganan Pengaduan (Whistleblowing System) di Mahkamah Agung dan Badan Peradilan Yang Berada dibawahnya.

Pada saat berlangsungnya para  peserta cukup antusias dalam menyampaikan pertanyaan dan pernyataan dimana pertanyaan dan pernyataan tersebut seputar fenomena yang sering menjadi masalah di setiap pengadilan masing-masing seperti masalah etika, disiplin, jam kerja, prosedur izin ke atasan dan sebagainya.